Baru-baru ini ramai dibahas tentang yang dimaksud digunakan dijual curah dengan nilai miring dalam tempat beberapa e-commerce Indonesia. Pembalut ini disebut-sebut sebagai pembalut reject yang diklaim masih sanggup digunakan.
Di laman media sosial X, unggahan perihal pembalut reject ini jadi perbincangan hingga memicu perdebatan. Tidak sedikit yang digunakan mempertanyakan keamanan pembalut reject yang dimaksud saat digunakan perempuan yang tersebut yang tengah menstruasi.
Hingga saat ini, tak diketahui pasti apa yang mana mana dimaksud dengan pembalut reject. Namun dalam tangkapan layar yang digunakan mana tersebar di tempat area media sosial, terlihat bahwa pembalut mengalami kerusakan juga kecacatan.
Dokter spesialis obstetri juga ginekologi di tempat area Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan Muhammad Fadli mengatakan, barang reject berarti barang yang digunakan sebenarnya tiada layak pakai.
Kemungkinan besar, pembalut reject adalah pembalut yang mana digunakan tidaklah ada lulus uji Badan Pengawas Obat juga Makanan (BPOM).
“BPOM, kan, seharusnya juga biasanya sudah mengatur itu [pembalut], kan. Jadi kemungkinan memang ada yang tak lolos uji, misal persoalan kandungan kimianya,” kata Fadli saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (16/10) malam.
Perlu diketahui, biasanya pembalut mengandung beberapa zat kimia yang dimaksud fungsinya bermacam-macam. Salah satunya berkaitan dengan proses penggumpalan darah menstruasi yang keluar dari vagina.
Beberapa zat kimia yang dimaksud digunakan ada di dalam area pembalut juga berbahaya. Namun, hal ini tergantung pada seberapa banyak konsentrasi zat kimia hal hal tersebut yang digunakan pada pembalut.
Bahaya pembalut reject
Ilustrasi. Pembalut reject tengah ramai jadi perbincangan. (Istockphoto/LexCollection) |
Jika dikaitkan dengan kandungan kimia tertentu, maka pemakaian pembalut reject mampu menimbulkan bahaya, utamanya pada organ intim perempuan. Iritasi hingga infeksi adalah efek yang dimaksud paling umum terjadi.
“Masalah yang mana digunakan ‘sederhana’ itu ya iritasi, gatal-gatal, ruam, akhirnya infeksi pada area kewanitaannya,” kata dia.
Masalah lainnya, berkaitan dengan pembalut reject yang bekas pakai atau mungkin kedaluwarsa. Fadli sendiri belum sanggup meyakinkan kata ‘reject‘ pada pembalut yang tersebut dijual daring ini merujuk pada barang yang digunakan tak ada lolos uji, bekas pakai, atau justru kedaluwarsa.
“Kalau kedaluwarsa, jelas. Dia memang tidaklah mampu dipakai. Berbahaya salah satunya, ya, iritasi tadi,” kata dia.
Alih-alih menggunakan pembalut reject, Fadli menyarankan untuk menggunakan produk-produk menstruasi yang digunakan yang aman.
“Coba beli tampon atau pembalut yang dimaksud sanggup digunakan berulang. Lebih ekonomis juga rata-rata jarang menyebabkan iritasi,” ujar Fadli.
Ilustrasi. Pembalut reject tengah ramai jadi perbincangan. (Istockphoto/LexCollection)