Napas terasa sesak, batuk, demam, bahkan sampai menggigil? Mungkin saja, Anda tengah mengalami kondisi yang kerap disebut dengan pneumonia. Kondisi ini terjadi karena peradangan di bagian paru-paru, sehingga memicu nyeri pada bagian dada, sesak napas, demam, hingga mual dan muntah.
Yuk, cari tahu lebih lanjut mengenai pneumonia di kelanjutan artikel ini, beserta penyebab, gejala, dan sebagainya!
Pengertian Pneumonia
Melansir dari Alodokter, pneumonia merupakan peradangan pada bagian paru-paru dengan pemicunya adalah jamur, bakteri, dan virus. Umumnya, pneumonia terjadi karena saluran alveoli pada paru-paru, baik salah satu atau keduanya, terinfeksi kuman sehingga menyebabkan peradangan.
Biasanya, ketika terinfeksi, alveoli akan dipenuhi oleh cairan atau nanah dan jika menumpuk dapat mengakibatkan penderitanya kesulitan bernapas. Paru-paru yang berisi cairan maupun nanah ini dikenal dengan istilah paru-paru basah. Parahnya lagi, pneumonia bisa terjadi bersamaan dengan TB paru.
Kondisi ini ditularkan melalui droplet (percikan air liur) penderita saat berbicara, bersin, dan batuk. Ketika seseorang tanpa sengaja menghirup droplet dari penderita tersebut, maka ia bisa tertular pneumonia. Bahkan, penularannya bisa juga karena menyentuh benda yang terpapar bakteri dan virus.
Penyebab Pneumonia
Di atas sudah dijelaskan bahwa pneumonia umumnya disebabkan oleh infeksi jamur, bakteri, dan virus. Lengkapnya bisa dicek di bawah:
- Virus dipicu karena rhinovirus, virus influenza, Respiratory syncytial virus (RSV), hingga Human metapneumovirus (HMPV).
- Sementara, bakteri dipicu oleh Legionella pneumophila, Chlamydophila pneumoniae, Mycoplasma pneumoniae, dan Streptococcus pneumoniae.
- Lalu, jamur dipicu karena Cryptococcus, Histoplasmosis, Coccidiomycosis, serta Pneumocystis jirovecii.
Gejala Pneumonia
Terdapat beberapa gejala yang umum dirasakan penderita ketika mengalami pneumonia. Cek list-nya di sini!
Pada Dewasa
- Sakit kepala,
- Nafsu makan hilang,
- Jantung berdetak cepat,
- Demam, menggigil, dan berkeringat,
- Mual dan muntah yang disertai diare,
- Nyeri otot, nyeri dada, dan nyeri perut,
- Sakit kepala dan merasa tubuh sangat lelah,
- Batuk berdahak berwarna hijau atau batuk kering,
- Napas terasa sesak, khususnya ketika melakukan aktivitas.
Pada Bayi atau Anak-anak
- Napas berbunyi,
- Kulit terlihat pucat,
- Jarang buang air kecil (BAK),
- Lebih rewel dari hari biasanya,
- Tidak mau makan atau menyusui.
Lantas, kapan sebaiknya ke dokter? Pemeriksaan bisa dilakukan apabila kondisi pneumonia tidak kunjung membaik. Nah, untuk membantu mengurangi gejala yang ditimbulkan, Anda sebaiknya memanfaatkan alat nebulizer untuk dewasa karena dapat mengantarkan obat langsung ke paru-paru dalam bentuk uap, sehingga mempercepat penyembuhan pneumonia.